Bagi profesional, wiraswasta, atau akademisi berusia 45 tahun ke atas, komputer adalah alat kerja esensial. Namun sindrom penglihatan komputer (computer vision syndrome) kerap menimbulkan gejala seperti mata kering, sensasi panas, penglihatan berbayang, hingga pegal pada pundak dan tengkuk.
Penataan Meja Kerja yang Ramah Mata
1. Ketinggian Monitor
Pusat layar komputer idealnya berada sekitar 10 hingga 20 derajat di bawah garis horizontal mata Anda. Posisi ini membuat kelopak mata terbuka lebih sempit, sehingga luas permukaan mata yang terpapar udara kering AC menjadi berkurang secara signifikan.
2. Kendalikan Pantulan Cahaya (Glare)
Di banyak kantor atau rumah di Indonesia, meja sering diletakkan langsung menghadap jendela yang terang atau membelakanginya sehingga kaca monitor memantulkan bayangan jendela. Letakkan meja di posisi samping (tegak lurus) terhadap jendela, atau gunakan tirai tipis untuk menyaring intensitas cahaya terik siang hari.
3. Kalibrasi Kecerahan Layar
Kecerahan layar monitor harus menyatu dengan kecerahan ruangan di sekitar Anda. Jika layar tampak berpendar layaknya lampu di ruangan temaram, itu tanda layarnya terlalu terang. Sebaliknya, jika tampak kusam, naikkan kecerahannya sedikit agar mata tidak memicing.
Jika menggunakan laptop, gunakan dudukan laptop sederhana dan keyboard eksternal. Ini memungkinkan layar berada pada ketinggian yang pas tanpa memaksa Anda membungkuk ke depan saat mengetik.